ilmu pengetahuan untuk tenaga kependidikan adalah persoalan khas manusia
Di dimanusiakan mana Pakta yang terjadi semakin banyak ilmuwan menunjukan perilaku yang cenderung berorientasi teknik. Berarti lebih cenderung lagi ke arah nilai nilai yang positivistik praktis dan pragmatis.
Misal nya,di negri kita di papua ini sedang terjadi ledakan
(Boom) Sarjana S1, S2 atau ,S3 Bahkan prof lebih suka menyimpulkan diri di dalam kegiatan-kegiatan pratis di dalam kehidupan piribadi dari pada mengembangkan budaja akademik d akademis mengembangkan teori -teori di dalam kampus. Sudah mulai terlihat jelas bahwa ada kecenderungan kuat bahwa tenaga kepedidikan tidak di kembangkan yang baik sesuai prof mereka sehingga posisi oposisi tenaga kependidikan mereka itu politik praktis Ekonomi ,praktis dan sebagai nya dan di tempati juga orang orang Doktor bahkan juga profesor. Padahal seharusnya, posisi posisi itu layak ditepati oleh para para praktis, bukan ilmuwan. Sementara itu di dalam kehidupan masyarakat kampuspun terlalu sedikit ilmuwan, nya(dosen )yang tertarik untuk lebih mengembangkan adalah wawasan ,konsep atau teori Hal itu terbukti ,”Harus menulis buku yang tenaga kependidikan tersebut belum membudayak di dalam kehidupan para dosen .lebih banyak di antara mereka melibatka diri dalam kegiatan pratis seperti memberi kuliah, dengan menengkankan pemahaman secara reseptif dari bahan bahan yang tersedia di dalam. Buku buku yang tersedia cetakan nya , bahkan ada yang praktis di dalam kehidupan kampus, lebih populer memperebutkan jabatan Struktural dari pada jabatan fungsional. Upaja menigkatkan jabatan fungsionalpun terlihat hanya karena terobsesi peningkatan pendapatan bulanan (gaji.)
Penulis
Artikel
I.w